Assalamualaikum, Selamat Datang di Blogging Corner
memilihtemplateblog_rahayupawitri


Kesel nggak si, kalau saat landing di sebuah situs tapi halaman yang kita ingin buka malah loadingnya lama, kategori menunya melayang-layang, plus gambar dan foto yang buram atau kabur?

Jelas kesel kan? Bisa jadi, besok-besok lagi nggak bakalan mau mampir, meski situs tersebut berada di halaman pertama mesin pencari.

Hal serupa juga berlaku untuk kami para Blogger. Tampilan blog yang cantik, navigasi atau kategori menu yang mudah, infografis (foto/ gambar) berkualitas serta kecepatan loading juga selalu kami perhatikan.

Menggunakan template yang lama, kategori dalam blog rahayupawitriblog.com melayang-layang dan mengikuti scrolling mouse, akibatnya pembaca sering merasa terganggu.

Menurut beberapa teman yang kemarin mereview, tampilan blog utama saya itu juga agak cluttered dan terlalu memenuhi halaman. Banyak si, yang menyarankan untuk menggunakan templates seperti Blogging Corner, tapi sepertinya setiap blog memang punya templates sendiri-sendiri deh.

Saat mencoba menggunakan templates Blogging Corner, judul post malah bertumpuk. So, terpaksa deh ganti lagi. Gara-gara hunting perfect templates (menurut saya), beberapa hari sampai tidak bisa update tulisan.

Well, mencari jodoh template memang tidak mudah, bila cocok dihati, belum tentu navigasinya keren. Navigasi oke pun, belum tentu warna, link, atau pernak-pernik lainnya sesuai. Ditambah jika harus menyesuaikan speed loading, wah, daftarnya akan semakin panjang.

Dari hunting template blog kemarin, saya jadi nemu tips bagaimana memilih template blog.

Tips hunting blog template


1.Gunakan dummy blog; -Buatlah blog berbeda dalam satu platform dan isilah dengan beberapa post. Tidak usah terlalu ribet, cukup tulis “lorem iposum and bla bla” juga tidak masalah. Jangan lupa post tersebut diberi kategori agar nanti widget related post terlihat saat preview template yang dicoba.

2.Tetap setting blog dummy dengan setelan “Public” atau “Umum”; - Widget “Related Post”, “Slider”, hanya akan terlihat ketika blog di setting “Public”/ “Umum”.

3.Untuk menghemat waktu, jangan lupa catat kelebihan dan kekurangan dari template yang telah dicoba.

4.Diluar sana ada banyak koleksi template, karena itu saat memilih template, tentukan dulu kategori yang diinginkan; apakah ingin berdasar warna, magazine look, kelengkapan widget (menu dengan drop down, related post, dsb) atau yang SEO friendly.

5.Sebisa mungkin, tentukan template dari pertama kali nge-blog. Menurut salah satu blogger senior, mbak Susi (pemilik blog susindra.com), template blog juga mempengaruhi Alexa Rank dan SEO.

6.Saat ganti template, kode Google Analitik, konfirmasi Webmaster tools, atau meta tag biasanya tidak ikut terangkut ke template baru, jadi jangan lupa untuk menambahkan aneka kode itu lagi begitu sudah menemukan template yang sesuai.

7.Pahami rangkain kode-kode dasar HTML seperti <head>, <div>, <body>, "href", juga closing tag </...>

8.Kalau bisa si, sesuaikan juga dengan brand yang kamu usung, karena beberapa templates memang tersedia untuk beberapa kategori.

 9.Sediakan waktu yang banyak ha ha ha. Finding perfect template is truly a daunting task, jadi sediakan waktu yang banyak, juga air putih, biar nggak gagal fokus.

Begitulah cerita riwehnya hunting template blog selama tiga hari ini. Semoga pengalaman saya ni, cocok bisa bermanfaat ya. See ya …


Halo... apa kabar? Gimana aktivitas nge-blog kamu? Sudah tinggikah trafik blog-nya?

Ya, memang butuh kerja keras si saat awal mula membangun sebuah blog. Kamu perlu "jalan-jalan" ke banyak situs agar blog kamu dikenal oleh banyak orang.

Oya, jangan lupa pula daftarkan blog kamu pada Webmaster agar Google tahu kalau kamu punya situs dan bersedia mengindeks blog kamu ke daftar mesin pencarinya.

Eh, sudah kenal Webmaster belum? Kalau belum, kenalan dulu, yuk!

Apa sih, Google Webmaster?

Coba kamu kunjungi situs dukungan Google yang ini: https://www.google.co.id/intl/id/webmasters/

Di halaman pertamanya aja, pasti sudah bikin kamu pengen kepoin dalamnya. Ya, siapa si, yang nggak pengen dikenal blog-nya?

Nah, Webmaster itu, selain bisa bantu blog kamu dikenali mesin pencari, tools ini juga bisa bantu untuk:

  • Membantu blog kamu mudah terindeks oleh robot perayap Google
  • Membantu kamu memeriksa bagaimana kinerja blog kamu 
  • Membantu kamu memeriksa incoming link, link broken, atau link mana aja yang nggak bisa dindeks oleh Google. 


Oke, jadi siap untuk sign up ke Webmaster? Cek steps-nya berikut ini ya...

Cara mendaftarkan blog di Google Webmaster

1. Sign in dengan akun Google.



2. Masukkan alamat blog kamu pada kolom yang tersedia, klik tambahkan properti



3. Verifikasi kepemilikan blog kamu.

Oya, di langkah ini kamu akan disuguhi 2 langkah pilihan. Kalau kamu sudah punya Google Analytic, maka kamu akan disuguhi interface semacam ini:


Pastikan Google Analitik kamu nggak cuma tersemat di "setelan" tapi juga tersemat di bagian "template" kamu. Kalau sudah dipasang di template, kamu tinggal klik tombol "verifikasi". Selesai deh pendaftaran kamu.

Tapi kalau kamu belum punya Google Analitik, kamu akan di beri pilihan semacam ini.



Eh, jangan asal milih lho, karena domain kamu juga berpengaruh kepada cara kamu verifikasi. Ini aturannya:

Pilih verifikasi dengan "tag HTML" kalau platform blog kamu: weebly, wix, wordpress.com, Zenfolio, bigcommerce, blogger, goodsie, prestashop, storevy, Squarespace, tumblr, dan web.com.

Pilih verifikasi dengan "File HTML" kalau blog kamu menggunakan: SiteGround, Shopify, Tumblr (iya, bisa pake tag meta juga), Bluehost (punya si Yaro Starak itu lho), FatCow, GoDaddy, HostGator, HostMetro, dan iPage.

Nah, berhubung saya pengen daftarin blog bahasa inggris saya yang belum punya Google Analitik, maka saya pilih "tag meta".



4. Copy kode meta tag yang muncul.



5. Buka template dashboard → edit HTML → klik disembarang tempat dalam kotak template HTML kamu → ctrl+F → cari kode ini <head>

Jangan kawatir, kalau kurang jelas, dikasih tahu kok sama Webmasternya, klik aja tulisan "berikan contoh"

Kalau sudah ketemu paste kode meta tag kamu dibawah <head>, simpan template.

6. Balik ke Webmaster, klik verifikasikan. Selesai!!Cek email kamu untuk intruksi lebih lanjut.



Oya, saat pertama kali mendaftarkna blog kamu, beranda kamu masih kosong, kamu nggak akan lihat trafik atau parameter lainnya. Tapi jangan kawatir, ntar beberapa jam lagi kalau kamu ngecek, biasanya sudah ada kok.

Okeh, selamat mencoba ya, ...




Waktu awal mulai nge-blog, saya selalu bilang kalau nge-blog itu gampang. Tinggal ceklak-ceklik sana-sini, beres sudah.

Tapi ketika mulai serius nge-blog, dan sering ikut kopdar beberapa komunitas, saya akhirnya tahu, kalau nge-blog itu nggak cukup sekedar nulis, edit dan publish.

Kalau lagi ketemu sesama

Peralatan ngeblog yang wajib dimiliki oleh blogger

Jadi blogger itu memang gampang-gampang susah. Gampang, karena kamu bisa aja nulis sekehendak kamu, semau kamu. Tapi ... kalau pertimbangannya sudah banyak, misal, untuk portofolio konten, untuk branding, untuk cari job de es be, maka pernak-perniknya mulai deh muncul. Pernak-pernik yang bisa saja berupa software, atau pun hardware. 

However, jangan kecil hati dulu. Gimana aja, nge-blog itu ya tentang menulis. Meski belum begitu banyak perlengkapan software atau hardware yang kamu miliki, paling tidak dua benda ini harus kamu miliki.

1. Komputer




Ya iyalah, namanya juga aktivitas menulis yang harus diketik kan? Paling tidak milikilah komputer (desktop atau jinjing, terserah) dengan spesifikasi yang bisa untuk ngetik plus basic editing photo.

Kalau saya, meski hanya untuk ngetik dan edit foto dasar, tapi saya lebih suka

Oke, gambar memang bisa dicari di situs-situs penyedia gambar gratis seperti pixabay atau freeimages. Tapi kan nggak semua gambar ukurannya cocok untuk blog kita. Kadang ada yang perlu disesuaikan ukurannya, agak diterangin sedikit, atau malah pengen dikasih tanda air (water mark).

Jadi, kumpulakanlah gaji, hasil jualan, warisan atau hasil investasi kamu, untuk beli satu komputer yang layak dan cukup awet untuk kamu nge-blog.

Jangan lupa lengkapi komputer kamu dengan beberapa software aplikasi. Kalau saya si, pilih aplikasi cloud storage, writer, notepad, dan picture editor.


2. Kamera



Seperti yang saya bilang diatas, ada banyak banget situs-situs penyedai gambar gratis yang bisa kita manfaatkan untuk blog kita. Tapi kan kadang kita juga butuh gambar yang Indonesia banget, dan jelas nggak mungkin ada disana (atau ada, tapi mungkin nggak banyak).

Nah, agar nggak repot, milikilah kamera dengan spek yang sedikit lumayan. Bisa untuk capture momen-momen penting di malam hari, atau enggak blur saat ambil gambar dengan pencahayaan minimal.

Alhamdulillah si, kalau bisa punya DSLR, tapi ini kan ngomongin peralatan dengan batas minimal to? he he he.

Peralatan nge-blog tambahan 


Namanya ada yang wajib tentu ada juga yang sunah. Jadi peralatan tambahan ini memang tidak harus ada tapi bisa membantu kamu untuk memperlancar kegiatan nge-blog.

1. Handycam

Orang bilang, sekarang jamannya vlog alias video blogging. Orang nggak cuma butuh gambar dan tulisan, tapi sekarang orang lebih suka nonton konten. Nah, kalau kamu juga tertarik dengan kegiatan audio visual. silahkan deh, masukkan perlengkapan ini dalam perlengkapan nge-blog kamu.

Oya, mungkin kamu berpikir untuk menggunakan kamera digital sebagai Vlog kamu, tapi waktu itu mbak Pungky Prayitno pernah nulis, kalau kamera digital yang terlalu sering dipakai untuk video, lama-lama akan merusak fokus dari kamera itu sendiri, Jadi, kalau kamu memang suka dengan Vlogging, mending sediain budget khusus untuk handycam.

2. Printer

Kalau pas dapat job, atau undangan event, dan harus segera nge-print invoice atau undangan, printer pribadi tentu penting dong. Yach, daripada malem-malem keluyuran nyari warnet buka kan nggak asik banget. So, kalau ada budget lebih, masukin atuh si printer ini ke daftar peralatan nge-blog kamu.

3. Smartphone

Sebetulnya antara penting dan nggak penting si, peralatan yang satu ini. Tapi trend akhir-akhir ini, blogger sering banget di undang ke acara launching atau kampanye produk dan jasa lainnya. Biasnaya selain membuat reportase, blogger diminta untuk menjadi buzzer acara.

Nah, smartphone bisa memperlancar kegiatan kamu disaat-saat seperti itu. Kalau bisa si, pilih smartphone dengan kapasitas penyimpanan yang memadai, juga kemampuan kamera yang lumayan. Kalau kata mbak Putri KPM, seorang social media specialist, gambar di media sosial itu perlu yang oke. Kalau nggak oke, mending nggak usah upload.

Kapasitas penyimpanan yang memadai juga akan membantu kamu untuk nge-blog on the go. JAdi, begitu ada ide, bisa langsung ketak-ketik deh.

Hmm...kayaknya itu aja si, peralatan wajib ngeblog yang sebaiknya kamu miliki. Gimana, sudah ada beberapa yang kamu miliki? Atau malah kamu punya peralatan lain untuk memperlancar aktivitas nge-blog kamu?



Rahayu Pawitri
from Smart Content
+6282112715376
Salah satu "tugas" seorang blogger adalah blog walking, saling mengunjungi blog kawan. Tujuannya selain untuk "silahturahmi", bisa juga lho untuk titip link di rumah teman dengan santun. Caranya dengan berkomentar menggunakan opsi Name/URL. 

Saat mengunjungi sebuah blog dengan platform blogspot, dan kamu pengen ninggalin komentar, biasanya kamu akan diberi beberapa opsi; diantaranya
berkomentar dengan akun Google (di gambar tertulis nama saya he he he), Live Journal, WordPress, and so on. 



Nah, kata para senior tu, paling enak kalo komentar dengan menggunakan Name/URL. Selain bisa nitip link, kita gak perlu sign in ke ... Google misalnya. Ya, kegiatan blog walking itu kadang melelahkan, telrbih dengan jaringan koneksi di Indonesia yang seringkali harus membuat ngelus dada.

Buat yang pertama kali nge-blog, bisanya setelan "Pos, Komentar, dan Berbagi" belum pernah diotak-atik. Jadi, agar opsi Name/URL muncul, bagian tersebut tetap harus di otak-atik dulu. Caranya gampang kok.




  1. Buka dasbor
  2. Pilih bagian "Setting" atau "Setelan"
  3. Scroll ke bawah ke bagian "Pos, Komentar, dan Berbagi"
  4. Arahkan kursor ke bagian "Siapa yang dapat mengomnetar" dan pilih "Semua Orang"
  5. Selesai. 
Gampang kan? Selamat mencoba. 




Rahayu Pawitri, from Smart Content


rahayupawitri_penuliskontenprofessional
Lupakan "Hakimmu" dan mulailah menulis apa yang ada dikepalamu, that's it!


Sejak beberapa hari yang lalu ada obrolan seru di chat grup artikel. Beberapa anggota kursus bukanlah blogger, mereka adalah pure para pelaku bisnis yang memang serius ingin meningkatkan omset mereka melalui bisnis online.

Jadi saat dapat PR membuat artikel, wah...riuhlah chat. Dari 7 artikel yang harus dibuat dan diberi waktu 3 hari, kami semua merasa keteteran. Apalagi Beliau-Beliau itu tidak hanya sibuk di rumah tapi juga di luar rumah.

Beberapa lancar menulis dan selesai tepat waktu, beberapa selesai, tapi karena lewat waktu, akhire mendapat hukuman menulis satu artikel lagi.

Tips untuk mempermudah menulis artikel


Saat dulu sekolah, ingat nggak kalau kita tu paling sebel kalau pas tes disuruh membuat karangan? Ya, meskipun sebetulnya menulis itu tidak bergantung bakat, tapi memulai menulis pertama kali memang bisa membuat perut dipenuhi kupu-kupu. Hasilnya otak pun jadi macet, seperti ada bisikan di telinga

"Menulis itu sulit. Kamu pasti nggak akan bisa"

 "Tulisan kamu jelek, nggak layak dibaca orang"

"Kamu mau buat artikel atau ngarang indah?" 

Seperti itulah pengalaman saya dulu saat mendapat job pertama kali sebagai penulis konten. Apalagi saya berangkat dari belajar menulis fiksi, jadi ya... artikel saya masih banyak bumbu-bumbu diksi indah yang lebih cocok untuk kelas-kelas inspirasi dibanding media berita.

Tips menulis artikel #1; lupakan aturan, keluarkan semua yang dikepala


Untunglah waktu itu saya baru saja ikut kelas menulis artikel. Disana bu Indari memberikan tips ringan bagaimana menulis dengan gampang, yaitu

Nulis saja. Lupakan dulu semua tanda baca dan aturan. Tulis semua yang ada dikepalamu,  

Kadang kesulitan membuat tulisan itu karena begitu banyak aturan dikepala. Harus seperti si anu, harus sesuai kaidah itu, harus mengikuti aturan A ... hasilnya bukannya memulai menulis, tapi malah mentok di huruf pertama (hurufnya doang, bukan kalimatnya ha ha ha).

Jadi, kalo ini adalah pertama kalinya kamu nulis, udah deh... lupain dulu semua aturan. Nulis aja dulu, baru kalau semua ide di kepalamu sudah keluar, editlah sesuai aturan yang berlaku. Percaya deh, tips ini akan membuat kamu lebih mudah menulis artikel.

Tips menulis artikel #2; Gunakan rumus 5W + 1H


Ada sebuah quote yang saya ingat. Quote ini saya peroleh dari buku "Daripada Bete Nulis Aja" karya Caryn Mirriam-Goldberg, Ph D.

Kita tidak menulis untuk dipahami; tapi untuk memahami, by C. Day Lewis.

Rumus 5W + 1H  memang biasa digunakan untuk menguraikan sebuah masalah.
W: What
W: Who
W: When
W: Where
W: Why
H: How

Jadi, saat kamu hendak menulis, ... let's say "Perumahan Syariah", maka jelaskan dulu kenapa kamu pengen menulis tema itu; apa sih, sebetulnya perumahan syariah itu; siapa aja yang membutuhkan perumahan itu, adakah aturan tertentu untuk memilikinya; ada dimana saja perumahan syariah itu ada, kapan mulai dijual, dan bagaimana memilikinya.

See... kamu udah dapat banyak bahan kan?

Tips menulis artikel #3; Mulai dengan pertanyaan


Ya itu yang dikatakan editor saya di salah satu agensi kepenulisan dulu. Trik ini akan sangat membantu saat kamu harus membuat artikel SEO yang biasanya mengharuskan kata kunci ditulis di awal, tengah, dan akhir artikel.

Mengambil contoh "Perumahan Syariah" diatas, kamu bisa memulai dengna kalimat pertanyan,


"Pernahkan Anda mendengar tentang perumahan syariah?" Kali ini kami hendak menjelaskan tentang sistem pembelian perumahan syariah..."


Gimana, sudah dapat ide sekarang cara untuk memulai menulis artikel? Tips yang mana yang paling cocok untuk kamu?

Referensi:
1. Mastuti, Indari, TernyataMenulis Itu Gampang, Solo, Samudera 2011
2. Khalida, Pritha, Bukan Buku Best Seller, Yogyakarta, Pena Matahari
3. Mirriam-Goldberg, Carryn, Daripada Bete, Nulis Aja!, Bandung, Kaifa 2003
Sebagian anggota Fun Blogging Community
di acara Fun Blogging Kesebelas di Blibli

Sebuah komunitas umumnya dibentuk karena “rasa yang dan tujuan yang sama” para anggotanya (mirip koperasi ya?). Ada banyak alasan mengapa seseorang ingin berkomunitas. Salah satunya dalah sifat dasar manusia, yang memang cenderung pada sesuatu yang sama dengan dirinya.

Nah, bagaimana dengan blogger, apakah ada manfaat bergbung dalam komunitas?

5 Manfaat komunitas untuk seorang blogger

Bagi saya, komunitas sangat penting bagi seseorang blogger. Beberapa manfaat yang saya peroleh adalah:

1. Sumber informasi

Komunitas itu jelas penting untuk seorang blogger. Karena dari komunitaslah biasanya info-info penting berasal. Mulai dari info job, trik and tip, pelatihan untuk upgrade diri, termasuk juga undangan event-event tertentu; salah satu sarana untuk membangun networking baru.

2. Sumber ide

Dalam komunitas, kadang ada saja anggotanya yang memiliki ide, atau hal-hal yang bisa mengasah ketajaman tulisan seorang blogger. Tantangan One Day One Post dari Fun Blogging Community ini, contohnya.

Coba perhatikan blog ini, baru bulan ini saja kan isinya update. Bagi saya, tanpa disadari, tantangan ODOP membuat saya terus kreatif, untuk menjawab setiap tantangan tema setiap hari.

3. Sumber kritik yang membangun

Dalam salah satu komunitas, tentu saja ada yang lebih senior, punya pengalaman lebih dibandingkan kita. Dan biasanya merekalah yang bisa kita mintai pendapat untuk hasil karya kita.

4. Sarana promosi

Salah satu hal sunnah muakad untuk seorang blogger adalah blog walking. Untuk mempermudah, bisanya para anggotanya dipersilahkan untuk membagikan tulisan terbaru mereka dalam grup.

Nah, disinilah seorang blogger bisa berpromosi di dalamnya.

Tidak jarang lho komunitas blogger itu juga berisi para job head hunter. Siapa tahu, tulisan kita ternyata cocok dengan kriteria yang dicari oleh para job head hunter itu kan?

5. Sarana sosialisasi

Kalau ditanya lebih jauh, kenapa milih masuk grup ini tapi menolak untuk masuk grup itu? Jawabannya kurang lebih “aku lebih cocok aja disana”

Ya gitu deh, komunitas memang tempat untuk berbagi kebahagiaan, cerita, ngobrol atau apa saja yang memang dipahami dan disukai oleh para anggotanya.

Jelas nggak mungkin kamu cerita tentang serunya travelling, seperti trik hunting hotel murah, trik backpackeran ditengah-tengah komunitas alumni SMA atau grup parenting bukan? Belum tentu topik kamu nyambung dengan topik mereka.

Nah jadi, kalau kamu blogger, dan masih kekeuh sorangan wae, hayuk atuh, gabung dengan beberapa komunitas Blogger. Siapa tahu dari sanalah rejeki kamu berasal.

See you at another Bloggers’ Article


Suatu siang di sebuah event... 

Saya sedang sibuk mengatur duduk Hana. Tangan kanan dan kiri saya penuh dengan minuman dan makanan untuknya. Usai Hana sudah mulai menikmati hidangan hari itu, saya beranjak hendak ke ruang prasmanan ketika melihat sekelompok kawan blogger mengerumui salah satu pembicara.

Saya berpikir mereka adalah kawan-kawan blogger dari komunitas BRID, Blogger Reporter Indonesia. Kebetulan saya mengenal salah satu dari kawan yang berada disana. Iseng, beberapa hari seusai acara saya mampir di blog-nya. Masya Allah reportasenya, komplit. Bahkan ada beberapa post yang berkaitan dengan acara tersebut. Wow!

Suatu siang di acara ulang tahun Emak Blogger

Pembiacara mulai maju ke depan, dan beberapa kawan mulai meletakkan gawai mereka di meja depan saya. Awal mula saya bingung, apa yang sedang mereka lakukan. Karena tidak ada kabel yang terpasang untuk tambah daya, juga tidak ada aplikasi yang terihat terbuka. Pokoknya hanya diletakkan begitu saja.

Beberapa saat saya akhirnya tahu, mereka sedang berusaha merekam apa yang pembicara katakan.

Wah ... !

Lihatlah kawan, betapa seriusnya mereka setiap datang ke sebuah event atau acara. Inilah salah satu alasan saya pengen datang ke sebuah event. Karena disana saya pasti akan menemukan hal baru, ilmu baru, disamping tentu saja, tali silahturahmi yang baru.

Pelan-pelan saya mulai meniru apa yang mereka lakukan. Jadi sebelum datang ke event atau undangan blogger, saya melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Kenali pengundang kita

Orang bilang tak kenal maka tak sayang. Agar tidak terlalu gagap pada saat sedang hadir di event, biasanya saya sudah cari tahu dulu tentang siapa si pengundang, apa misi mereka, termasuk baca-baca news terbaru yang ada disitusnya. Dari situ biasanya saya sudah punya gambaran kira-kira nanti laporannya seperti apa.

2. Pahami/ catat apa saja yang musti dilakukan saat event berlangsung

Sebetulnya si, nggak semua pengundang memberi detil acara. Tapi ada juga yang menyebutkan nanti ada live tweet, instagram contest, and so on. So it will be better if we prepare ourself to do so right?

Oya, kadang ada juga penyelenggara yang hanya ingin kita datang, tanpa menuntut embel-embel laporan, live tweet, upload event di Instagram dan lain sebagainya. Tapi menurut saran teh Ani berta, akan lebih baik bila kita tetap kabarkan acara yang sedang berlangsung.

Bagaimanapun pengundang itu kan sebetulnya pengen mengabarkan kepada “dunia” to kalau mereka sedang punya gawe?

3. Siapkan peralatan

Seperti yang saya sebutkan di point 2, jika memang sudah disebutkan kegiatan pada acara ya, sebisa mungkin menyiapkan perlengkapan sebisa saya. Kamera full batery, siapain charger, isi kuota inet dan lain sebagainya. Jadi nanti bisa berpartisipasi maksimal saat event berlangsung (meski untuk Instagram Contest, saya belum pernah bisa memenuhinya, hiks).

4. Ketahui rute

Buat saya ini penting banget agar bisa datang tepat waktu pada saat acara. Kalau nyasar kan nggak enak juga. Apalagi kadang saya pergi bawa Hana, kasihan kan dia kalau sampe di bawa nyasar kemana-mana.

5. Sebisa mungkin selesaikan urusan di rumah

Kalau ini mungkin hanya kewajiban para emak seperti saya ya? Kalau buat saya penting banget beresin rumah sebelum pergi. Jadi ninggalin rumah pun tenang, pas pulang nggak capek juga kan harus bersih-bersih rumah segala.

Itulah 5 persiapan saya sebelum datang ke sebuah event. Kamu sendiri gimana? Punya tips spesial sebelum datang ke sebuah event?
Bahan belajarmu, juga bisa jadi bahan post blog, lho!
(Pic. source: pixabay.com)


Hai ... Saya baru saja melihat blog anda, rahayupawitriblog.com/ dan saya merasa tertarik dengan postingan-postingannya. Jadi, saya tertarik untuk memasang sponsored post di blog anda.


Ada sesuatu yang bergolak saat saya membaca surel diatas. Bagaimana tidak, setelah sekian lama, hanya melihat seliweran notif dari teman tentang job-job yang mereka terima, akhirnya saya juga bisa membuat notif yang sama. 

Akhirnya, semua proses panjang yang saya jalani membuahkan hasil juga. Rasanya pengen sujud berkali-kali, persis saat pertama kali kamu dapat kerjaan di perusahaan favorit.

Saya bilang proses panjang, karena untuk monetizing blog itu memang nggak gampang. Jadi, kalau ada yang bilang nge-blog adalah salah satu cara cari duit dengan gampang, please, jangan percaya. Entah itu penghasilan dari review, afiliasi, placement article, atau malah adsense, setiap blog butuh kerja keras dan ekstra kesabaran agar siap untuk menghasilkan. 

Kerja keras itu berarti kamu nggak boleh berhenti untuk terus belajar. Setiap blog memiliki kriteria tertentu agar bisa menuju tujuannya.

Baru dari cara menulisnya saja, sudah banyak hal yang harus dipelajari. Ejaan yang harus diperhatikan, bagaimana menyasar sebuah kata kunci agar tulisan bisa masuk ke halaman pertama mesin pencarian, menulis dengan runut, dan seterusnya. Belum lagi kalau sudah ngomongin tampilan blog, wah makin banyak diomongin. 

Nge-blog lancar karena belajar

Tapi prens, kamu tahu nggak, justru dari kegiatan belajar itu, kita juga jadi punya bahan agar terus bisa jadi up-date blog. Misal habis belajar pasang Facebook Fans Page, jadi deh post blog baru. Habis otak-atik HTML, Google Analytics, cuss .... Jadi update deh blog-nya.

Cara inilah yang saya pakai agar terus produktif nge-blog. Alhamdulillah, dengan cara ini, saya nggak pernah kehabisa bahan untuk nge-blog. Ada saja yang saya pengen tulis. Biasanya malah setiap bulan bisa ada 7-10 bahan yang nganggur, dan hanya menjadi draft di aplikasi word. Apalagi post untuk Blogging Corner ini, wah bejibun, eksekusinya saja yang terhambat (ngeles aja ...).

Itulah kenapa, para Master blog lebih suka menyarankan kita nulis atau membangun blog dari sesuatu yang kita suka, biar semangat buat belajar, jadi nge-blog pun bisa lancar. Ya kan?

Jadi, kamu sedang kena writers block? Kehabisa ide? Nah, coba baca buku deh, nanti pasti jadi post resensi, catet quote-nya, siapa tahu nanti bisa bahan post inspirasi.

Baru otak-atik blog? Sok, atuh print screen sana-sini, bagi hasilnya dengan pembaca. Jangan lupa share dan atau poke saya, Insya Allah, saya mampir deh. Oke?


Assalamualaikum, ...

Kali ini saya mau berbagi tentang salah satu buku nge-blog yang, menurut saya, wajib kita koleksi.

Saat mulai serius nge-blog, saya akhirnya paham, bahwa ada banyak hal yang harus dipelajari untuk menjadi seorang blogger profesional. Seperti bagaimana mendapatkan kepercayaan dan cara menempatkan blog di halaman pertama mesin pencari, mendatangkan pengunjung sampai trik mempercantik blog agar pengungunjung betah dan bersedia balik lagi.

Ya, semua tutorial itu memang bisa kita cari di situs-situs blogging baik dalam dan luar negeri. Tapi percaya deh, mengurutkannya dalam folder bookmark bukanlah hal yang mudah. Belum lagi kalo disana ada halaman-halaman bookmark lain.

Belum tentu juga kita ingat apakah sudah pernah menyimpan tutorial atau trik-trik yang kita butuhkan di folder bookmark kita.

Karena itu, waktu lihat buku di time line mbak Carolina saya langsung meluncur ke toko buku online Stiletto.

Apa sih, isi buku “Blogging: Having Fun and Get the Money”?


Jujur, saat niat membeli buku ini saya cuma pengen satu, mempercantik tampilan blog. Mbak Carolina itu sudah terkenal dengan kemampuan desainnya, pengalaman Beliau di dunia blogging juga sudah banyak. Dengan kata lain, saya pengen curi ilmunya mbak Carolina via buku ini.

Tapi .... sayang, ternyata saya salah. Buku mbak Carolina tidak membahas sedikitpun cara membuat widget bergambar, bagaimana meletakkan header di tengah, atau trik-trik mempercantik blog lainnya.

Lalu apa saya kecewa? Jelas enggak, karena saya malah disuguhi dengan hal yang lebih menarik. Mau tahu apa? Cek list berikut ini:

1. Langkah pertama saat kamu mulai ngeblog


Tujuan mula blog ada memang sebagai salah satu sarana mencatat keseharian secara online. Tapi kamu tentu tahu juga kan, bahwa mitos ini sudah so yesterday. Sudah hal yang umum kita dengar kalo blog sekarang juga bisa sebagai sarana untuk menambah penghasilan, nggak sekedar curhat aja.

Nah, untuk memenuhi kriteria itu, tentu ada hal-hal yang harus kamu lakukan dong. Misalnya tulisan harus sesuatu yang bermanfaat, bebas plagiasi, enak dibaca, bagaimana tulisan kamu mudah ditemukan dan dibaca banyak orang, dan masih banyak lagi kriteria agar blog kamu layak untuk di monetize.

Di buku “Blogging: Having Fun and Get the Money” kamu akan dibimbing mulai dari menentukan niche blog kamu, bagaimana menentukan platform blog yang tepat agar mudah masuk ke mesin pencari, hingga trik-trik SEO seperti mencari keyword, cara meletakkan keyword, permalink, longtail keyword dan lain sebagainya (Bab2, hal. 69)

2. What do’s and dont’s saat mempercantik blog


Iya itu memang blog kamu, mau kamu buat nge-jreng dengan penuh warna pelangi ya terserah kamu.

Tapi kalo kamu pengen menghasilakn uang dari blog, kamu juga harus ikut aturan tak tertulis lainnya. Misal aturan tentang blog kamu musti bisa loading cepet.

Nah, untuk memenuhi aturan ini kamu perlu menghilangkan (atau malah menambahkan) widget tertentu pada blog kamu, atau memilih template yang lebih SEO friendly misalnya (bab 2, hal. 58).

Bagaimana memilihnya, apa saja widget yang harus dihilangkan atau yang wajib ada di blog, semua dijelaskan di buku “Blogging: Having Fun and Get the Money”

3. Teknik dasar nge-blog


Blogging is Writing (Bab 3, buku “Blogging: Having Fun and Get the Money”)

Ya, nge-blog itu sebetulnya tentang menulis kan? Meski kamu lebih suka post video di blog kamu, tetep, kamu musti terampil nulis agar orang mau klik dan lihat video kamu bukan?

Di buku ini dibahas tentang prinsip dasar menulis, bagaimana mencari ide tulisan, hingga cara memelihara semangar nge-blog.

Apakah hal yang terakhir itu penting? Oh iya banget prens. Apa pun tujuan kamu nge-blog, kalo semangat kamu hilang, semua usaha yang kamu lakukan akan sia-sia. Nge-blog itu seperti membangun rumah, yang harus selalu kamu pelihara, dan semangat nge-blog kamu itu adalah salah satu energinya.

4. Trik dapetin job review


Aih, siapa yang nggak pengen tahu trik yang satu ini.

Jujur saja, ngomongin job review tu nggak cuma masalah uang, ada banyak manfaat lain disana. Karena itulah banyak banget yang mupeng dengan salah satu manfaat nge-blog ini.

Di buku “Blogging: Having Fun and Get the Money”, kamu akan tahu, apa saja yang “peranti perang” yang harus kamu siapkan untuk menembus dunia persilatan job review.

Cara menentukan ratecard, faktor yang mempengaruhi (termasuk cara meraihnya), cara membaca statistik, hingga bagaimana cara kamu mempromosikan blog kamu agar dilirik para pemilik brand (Bab 4, Hal. 116).

5. Pengalaman para senior Headhunters dan Job Reviewers


Kalo pengen dapetin job review, wajib dong ngulik-ngulik syarat apa saja yang harus dipenuhi oleh para blogger.

Isnuansa Maharani, Aldy Terren, mbak Indah Julianti semua buka-bukaan tentang kriteria blogger yang mereka cari, berapa tarifnya, sampai trik mereka untuk blogger-blogger yang sedang berusaha mendapatkan job review.

Oya, sering dengar kan kata pepatah, kalo pengalaman itu guru yang terbaik? Mbak Carolina juga melengkapi buku “Blogging: Having Fun and Get the Money” dengan pengalaman para Job Reviewers.

Ada mak Winda Krisnadefa, mbak Eka Situmorang, dan mbak Istiarina Putri. Mereka semua blak-blakan disini. Dan belajar dari pengalaman mereka, saya akhirnya juga tahu apa sih, apa saja hal paling penting untuk dapetin job review (kamu penasaran juga kan? Makanya baca bukunya he he he).

6. Ngulik lebih jauh Google Adsense dan cara monetize blog lainnya


This is another blogging issue that all blogger love, ...

Yah, siapa juga yang nggak mupeng lihat temen upload gaji mereka dari Google. Si embah yang satu ini memang sangat sulit untuk dijinakkan. Peraturan mereka seabrek.

Sayangnya, meski pengen blog kita di approve Google, umumnya, kita males banget baca aturan-aturan itu, bener atau betul?

Nah, mbak Carolina menjelaskan dengan ringkas disini, trik-trik dasar agar blog kita diterima sebagai salah satu advertiser dari Google.

Kita juga bisa me-monetize blog dengan cara mengikuti program afiliasi. Ada beberapa situs online yang mbak Carra (panggilan mbak Carolina) list dalam buku ini. Beliau juga membahas bagaimana agar aplikasi afiliasi kita disetujui, dan apa saja yang harus dipersiapkan.

Itulah ... 6 bab penting yang ada dalam buku “Blogging: Having Fun and Get the Money”. Bagi saya pribadi, buku ini bener-bener sangat bermanfaat. Trik yang diberikan mbak Carra telah membuat aplikasi saya di approve oleh Google Adsense dan Involve Asia.

Jadi, kalo kamu sedang punya niat untuk me-monetize blog kamu, wajib tu mengkoleksi buku ini. Jangan kawatir dengan bahasanya, enak dan mudah dipahami kok. Dan yang pasti do-able (serasa nge-subtitle drakor deh), alias bisa dilakukan semua he he he.

Udah dulu ya, sampai jumpa di artikel blogging berikutnya ya, Wassalamualaikum....